http://www.karaengmustari.com,KARAENGMUSTARIWEBMATIC,mustaricorp.KONSULTAN PENGEMBANGAN WILAYAHDAN KOTA,karaeng,karaengmustaricorp
logo
Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

SITEKNO WEB MATIC
DOWNLOAD

Silahkan Download Marketing Plan berikut, bisa Anda Cetak atau Print sebagai panduan Anda dalam Menjalankan Bisnis ini.
Download PDF Marketing Plan Sitekno

E-Book mengelola Web member sitekno
DOWNLOAD

Slide Presentasi Sitekno
DOWNLOAD

Welcome
image

mustari

081386633261


Komp. Bumi Harapan Cibiru Blok CC 04 No.6

PERAN PERENCANA

PERAN PERENCANA

PERAN PERENCANA

 

Perencana (planner ) merupakan suatu profesi yang penuh tantangan sebab dalam proses perencanaan, seorang perencanaan dihadapkan pada berbagai kepentingan yang sangat beragam serta berbagai hal yang fokus perhatian. Sehingga seorang perencana dalam beraktivitas akan dihadapkan beberapa aspek dan situasi yang beragam. Sebagian besar para perencana bekerja pada badan/lembaga pemerintah, namun ada pula yang bekerja pada perusahaan swasta. Dalam melakukan pekerjaannya, perencana harus mampu bekerjasama atau yang sekaligus bekerja dengan status profesi lain seperti arsitek, ahli tata ruang dan teknisi, baik yang terdapat pada perusahan konsultan perencana maupun perusahaan-perusahaan swasta lain seperti perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi. Ada pula sejumlah perencana yang bekerja pada perusahaan nirlaba atau yayasan. Jadi, pada dasarnya perencana yang bekerja pada sektor publik maupun swasta, sebagian besar lingkup kerjanya adalah membantu pemerintah dan komunitas/masyarakat mempersiapkan hal-hal yang terkait dengan masa depan dalam mengelola perubahan atau hal-hal yang mungkin terjadi pada masa datang.

Banyak hal yang dapat mengilhami profesi seseorang sebagai perencana, misalnya (1) pengalaman yang didapat dalam melakukan aktivitas/kegiatan yang terkait dengan pengembangan di masyarakat, (2) dengan menjadi perencana, maka orang akan memiliki kesempatan untuk membuat perubahan di masyarakat, dan (3) banyak hal yang akan dapat dikerjakan oleh seorang perencana, barangkali inilah alasan menjadi perencana yang merupakan suatu pilihan karier.

AICP (The American Institute of Certified Planners) menggunakan kriteria-kriteria berikut ini untuk menentukan apakah seorang perencana profesional memiliki pengalaman yang memadai sebagai anggota AICP. Kriteria-kriteria tersebut adalah:

a.    Perencana harus mampu memengaruhi pembuatan kebijakan pemerintah yang terkait dengan kepentingan masyarakat dan merekomendasikan aktivitas atau pilihan kegiatan yang khusus yang dapat mewakili beragam kepentingan dalam masyarakat melalui berbagai putusan berkaitan dengan sosial, ekonomi, perubahan secara fisik dalam lingkup kepentingan masyarakat.

b.    Memiliki suatu pandangan yang tepat dan komprehensif.

(i)    Mampu memperkirakan akibat-akibat dan konsekuensi fisik, lingkungan, sosial, ekonomi/keuangan, kepemerintahan dalam megusulkan suatu model keputusan.

(ii)   Mampu menghubungkan/mengaitkan suatu usulan keputusan dengan aspek yang lebih luas.

(iii)  Meramu berbagai kebijakan, aktivitas, secara sistematik dan membuat kaitan/ hubungan antar berbagai elemen kegiatan.

(iv) Menerapkan proses perencanaan dengan memperhatikan kondisi yang ada.

Sedangkan, hal-hal yang perlu diperhatikan perencana adalah : (1) Mengenali problem dan peluang yang ada, tujuan yang ditetapkan, alternatif dan pilihan strategi, penerapan, dan evaluasi, (2) berorientasi ke masa depan, manfaat dari perubahan, dan sumber hambatan/kendala (3) kualitas penelitian dan analisis (4) format kebijakan, program dan rencana kegiatan.

Peran perencana sangat bervariasi, kompleks, dan secara konstan berubah. Peran perencana adalah mendesain dan membentuk interaksi dalam suatu proses menuju sasaran secara umum. Kemampuan dalam menghimpun data, menganalisis, dan mendesain sangat penting serta dibutuhkan bagi seorang perencana. Peran perencana ini meliputi kemampuan melakukan prosedur dan kemampuan berinteraksi. Kemampuan prosedur berhubungan dengan fungsi, yaitu mengetahui bagaimana bertindak atau membawa keluar seluruh cakupan dari fungsi yang dibutuhkan di dalam perencanaan. Kemampuan berinteraksi adalah kemampuan perencana untuk melibatkan dirinya dengan pihak lainnya dan melakukan proses perencanaan bersama-sama.

Ada dua faktor yang sangat perlu diperhatikan dalam peran perencana, yaitu apa yang dimaksud peran perencana dan apa yang memengaruhinya. Berdasarkan peranannya, setidaknya terdapat tujuh fungsi utama dari peran perencana:

(1)  Perencana sebagai Analis

Para perencana sebagai analis telah umum dikenali dan merupakan peran dasar profesional perencana, karena perencana berfungsi sebagai sebagai ahli analisis dan mensintesis data serta fenomena-fenomena yang terjadi. Keterampilan analisis yang terdapat pada seorang perencana meliputi kemampuan untuk menguji dan melihat suatu problem atau masalah, mendesain metode dan strategi pengumpulan data, dan mengidentifikasikan konsekuensi atau akibat dari berbagai macam tindakan yang akan diambil.

Sebagai analis, perencana harus mampu berkreasi di dalam melakukan perencanaan. Melakukan pemecahan masalah dari hasil analisis serta menggunakan imajinasinya. Menggunakan analisis dan kreativitasnya di dalam memecahkan masalah merupakan fungsi yang sangat penting, sama seperti pentingnya menganalisis data. Sebuah aspek tambahan pada peran perencana adalah fungsi analisis perencana dalam hubungannya dengan keadaan sebenarnya. Perencanan bukan dilakukan hanya pada suatu komunitas tunggal namun dilakukan oleh berbagai macam kelompok atau organisasi. Organisasi ini berhubungan dengan keadaan-keadaan yang khusus, seperti kesehatan, kemiskinan, transportasi, pelayanan sosial, dan perumahan. Perencana bekerja di dalam suatu organisasi dan harus mempunyai pengetahuan yang spesifik sebagai tambahan pengetahuan yang telah dimilikinya. Sehingga  sering kita menyebutnya sebagai seni  dari pengetahuan.

(2)  Perencanaan sebagai Organisator

Fungsi perencana di dalam organisasi meliputi: pertama membawa warga masyarakat dan kelompok-kelompok ke dalam proses perencanaan dan kedua mengembangkan peran serta anggota untuk mendukung semua rencana. Semua perencanaan memerlukan kemampuan organisasi dan politik.

Maksud dari kemampuan mengorganisasikan adalah mendesain berbagai macam kegiatan untuk melibatkan para individu ke dalam pernecanaan. Ini berarti perencana harus mengidentifikasikan berbagai macam tipe kepemimpinan, mengembangkan kemampuan memimpin, mengkreasikan berbagai komitmen atas kegiatan perencanaan, dan memotivasi para individu dan kelompok-kelompok untuk memerima perencanaan dengan objektif. Hal lain mengenai kemampuan mengorganisasi adalah komite manajemen (committee management ), yaitu melakukan perencanaan dan mengambil keputusan dari berbagai kegiatan yang berbeda-beda, dari pertemuan pada kelompok-kelompok yang kecil hingga pertemuan pada kelompok-kelompok yang lebih besar, termasuk di dalamnya peran untuk mendiagnosis dinamika di dalam pertemuan kelompok hingga memfasilitasi kerja kelompok.

Aspek politik di dalam peran perencana adalah kemampuan untuk mengakses dan memanfaatkan keputusan, termasuk kemampuan untuk mengidentifikasikan pengaruh dan kontrol, dan kemampuan untuk mempengaruhi keputusan guna mencapai tujuan kegiatan.

(3)  Perencana sebagai Perantara

Perencanaan sering melibatkan interaksi antar organisasi. Kesepakatan mungkin akan terbentuk atau akan terjadi persaingan antar organisasi dalam mendapatkan hak untuk melakukan perencanaan dan mengorganisasikan suatu program. Perencana, mungkin akan diperlukan dan bertindak sebagai penengah antar organisasi dan kelompok atau antar kelompok  di dalam organisasi yang sama. Salah satu fungsinya adalah mengkoordinasikan dan mengintegrasikan berbagai macam keinginan dari berbagai kelompok yang akan mengambil peran dari hasil suatu perencanaan.

Dengan demikian, peran perencana sebagai perantara membutuhkan kemampuan untuk memahami permasalahan sehingga dapat menengahi persoalan yang sedang terjadi dengan menggunakan kemampuan bernegosiasi, menggunakan teknik persuasif dan melakukan tawar-menawar untuk menghasilkan suatu keputusan.

(4)  Perencana sebagai Pendamping (Fasilitator)

Advocacy telah dikenali sebagi sebuah peran tradisional dan muncul dari peran seorang perencana. Dahulu perencana bertindak sebagai seorang pembaharu untuk perencanaan dalam hal kesejahteraan. Perencana dapat bertindak sebagai pendamping (advocate ) untuk sebuah kelompok khusus yang dibela (client group ). Klien tersebut mungkin sebuah organisasi yang bergerak di sekitar isu-isu yang muncul pada saat itu, misalnya kemiskinan, perumahan, lingkungan hidup, kesehatan. Melakukan kegiatan organisasi merupakan unsur yang sangat penting dalam melakukan advokasi, karena sukses tidaknya advokasi tergantung pada diterima atau tidaknya persetujuan dari anggota organisasi. Tetapi, advokasi merupakan akibat dari peran perencana, sehingga akhirnya dilibatkan secara langsung di dalam kegiatan advokasi. Pada beberapa kejadian dan untuk beberapa jenis organisasi tertentu pada akar rumput (grass root ) organisasi, perencana merupakan juru bicara para klien.

Dengan demikian maka, sebagai seorang pendamping (advocate ), perencana harus bekerja dengan memiliki kemampuan seorang politikus, melakukan tawar-menawar, membujuk, meyakinkan, dan memengaruhi, termasuk di dalamnya kemampuan publisitas dengan baik sebagai pembicara, dan memimpin pertemuan.

(5)  Perencana sebagai ”Enabler

Sangat berbeda sekali peran dari seorang pendamping (advocate ) dengan peran seorang ”enabler ”. Ketika peran advokasi dilakukan secara langsung dan memimpin secara aktif, seorang ”enabler ” dapat dikatakan memimpin secara tidak langsung. Perhatiannya lebih dilakukan sebagi fasilitator yang mengarahkan hasil sasaran yang akan dicapai oleh mereka sendiri.

Sebagi seorang ”enabler ”, perencana harus mempunyai kemampuan mendiagnosis, dapat bekerja dengan nyaman dengan berbagai individu dan kelompok yang berbeda-beda, mahir dan mengetahui dinamika bagaimana suatu tim bekerja.

(6)    Perencana sebagai Pendidik

Ada dua peran perencana dalam kapasitasnya sebagai seorang pendidik. Pertama, melakukan pendidikan di dalam masyarakat yang merupakan tujuan dan fungsi dari perencanaan. Hal ini bisa dilakukan melalui cara berbicara di depan umum dan menulis artikel atau buku tentang perencanaan. Kedua, hubungan antara perencana dan sistem klien. Antara perencana dan klien akan melakukan transfer atau tukar-menukar pengetahuan. Perencana akan berbagi informasi, atau apa yang John Friedmann katakan sebagai ”proses pengetahuan” di dalam pengembangan perencanaan. Klien akan berbagi pengetahuan yang dia miliki, pengetahuan yang dia miliki dari pengalamannya sebagai masyarakat.  

(7)  Perencana sebagai Penyebar Informasi

Publikasi merupakan bagian yang penting dalam perencanaan, terutama publikasi dalam upaya menciptakan kesadaran akan perlunya perencanaan terhadap permasalahan yang terjadi di masyarakat. Norton Long telah mengusulkan mengenai peran surat kabar, publikasinya membantu sebuah isu yang terjadi pada suatu komunitas menjadi agenda publik. Publisitas juga akan membantu proses perencanaan para anggotanya. Sebagai seorang penulis pada surat kabar, menurutnya, surat kabar merupakan suatu organisasi yang bertindak sebagai perantara (medium) untuk kelompok elit dan memberikan kepada mereka informasi tentang sesuatu secara umum. Dalam beberapa hal, menurut Long, surat kabar adalah pelaku utama yang menggerakkan agenda komunitas.

Kemampuan publikasi menyebarkan informasi, meliputi kemampuan berbicara di depan publik, menyiapkan laporan dan brosur, menulis berita dan artikel. Pada lembaga yang kecil dengan staf yang terbatas, perencana mungkin akan melakukan semua kegiatan publikasi. Pada lembaga yang besar, spesialisasi terhadap public relationship atau staf yang bertugas memberikan informasi yang akan dilakukan. Dengan demikian, maka sebagai perencana, bagaimanapun harus tahu manfaat dan bagaimana cara menggunakan teknik publikasi tersebut.

 

(Dikutif dari Buku PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN WILAYAH, Ernan Rustiadi dkk, Crestpent dan Yayasan Obor Indonesia, Jakarta, 2009)

Wed, 27 Jan 2010 @10:55


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 1+4+0

Copyright © 2010 MUSTARI CORP.COMPANY · All Rights Reserved



Powered by sitekno