http://www.karaengmustari.com,KARAENGMUSTARIWEBMATIC,mustaricorp.KONSULTAN PENGEMBANGAN WILAYAHDAN KOTA,karaeng,karaengmustaricorp
logo
Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

SITEKNO WEB MATIC
DOWNLOAD

Silahkan Download Marketing Plan berikut, bisa Anda Cetak atau Print sebagai panduan Anda dalam Menjalankan Bisnis ini.
Download PDF Marketing Plan Sitekno

E-Book mengelola Web member sitekno
DOWNLOAD

Slide Presentasi Sitekno
DOWNLOAD

Welcome
image

mustari

081386633261


Komp. Bumi Harapan Cibiru Blok CC 04 No.6

PELAKSANAAN FOCUSED GROUP DISCUSSION

Sebagai metode penelitian, FGD merupakan upaya yang sistematis dalam pengumpulan data dan informasi. Dalam FGD terdapat 3 (tiga) kata kunci, yaitu :

a.    diskusi bukan wawancara atau obrolan ;

b.    kelompok bukan individual ;

c.    terfokus bukan bebas.

Dengan demikian, FGD berarti suatu proses pengumpulan data dan informasi yang sistematis mengenai suatu permasalahan tertentu yang sangat spesifik melalui diskusi kelompok. Konsekuensi dari pemahaman ini adalah perlunya fasilitator dalam setiap penyelenggaraan FGD. Narasumber harus merupakan kelompok dan menyampaikan data dan informasi yang diperlukan melalui fasilitator dalam suatu forum diskusi.

Berbeda dengan wawancara, dalam diskusi  tersebut, fasilitator tidak selalu bertanya. Tugas fasilitator bukan untuk bertanya, tetapi mengemukakan suatu persoalan, suatu kasus, suatu kejadian sebagai bahan diskusi. Jelas, dalam prosesnya, fasilitator akan sering bertanya tetapi hanya sebagian dari keterampilan mengelola diskusi agar tidak didominasi oleh sebagian peserta atau tidak macet.

Permasalahan tertentu yang spesifik menunjukkan bahwa diskusi dilaksanakan untuk memenuhi tujuan penelitian yang sudah sangat jelas. Oleh karena itu, pertanyaan penelitiannya pun jelas dan spesifik.

Banyak orang berpendapat bahwa FGD dilakukan untuk menyelesaikan masalah. Artinya, diskusi yang dilakukan ditujukan untuk mencapai kesepakatan tertentu mengenai suatu permasalahan yang dihadapi oleh para peserta. Jika hal tersebut dilakukan, itu bukan FGD. Diskusi seperti itu disebut rapat .

Dalam pelaksanaan FGD, diharapkan diperoleh pengetahuan dari sumber informasi dengan latar belakang pengalaman sehingga memberikan perspektif yang berbeda dibanding jika pengetahuan diperoleh dari proses komunikasi searah antara peneliti dengan yang diteliti. Dalam diskusi semacam ini juga, dimana peserta mengeluarkan buah pikiran dan berdebat atau saling mengonfirmasi pengalaman masing-masing, maka para peserta diharapkan mengalami perubahan. Oleh karena itu, untuk mencegah akibat yang tidak diinginkan, FGD harus dapat dilakukan sedemikian rupa sehingga dampaknya bagi semua peserta bersifat positif ─ memberdayakan , membuat orang merasa lebih enak karena dapat mengeluarkan pendapat atau karena ada orang lain yang ternyata mempunyai pengalaman yang sama.

Metode FGD sangat cocok digunakan pada penelitian yang bersifat aksi yang membutuhkan perasaan memiliki dari masyarakat yang diteliti sehingga pada saat peneliti memberikan rekomendasi aksi, dengan mudah masyarakat mau menerima rekomendasi tersebut. Partisipasi dalam FGD memberikan jalan bagi tumbuhnya rasa memiliki seperti itu.

Untuk menyelenggarankan sebuah FGD yang efektif, maka perlu diperhatikan beberapa hal sebagai sebagai berikut :

1.    Pelaksanaan FGD tidak dapat diberikan untuk dipandu oleh sembarang orang. Seorang pemandu diskusi (moderator) haruslah yang mengerti persoalan yang akan diteliti dan telah terlatih serta berpengalaman dalam memfasilitasi proses belajar atau dinamika kelompok.

2.    Untuk memenuhi tuntutan kualitas atas data yang diperoleh, moderator tidak dapat bekerja sendiri. Selain moderator, diperlukan orang-orang yang mampu merekrut peserta dengan baik, mencatat proses yang sensitif dan cekatan serta mampu bekerja seirama moderator.

3.    FGD adalah suatu proses pemberian informasi dan pembelajaran sekaligus, bukan hanya bagi peserta, tetapi juga bagi para penelitinya. Membuka hati dan pikiran untuk masukan-masukan baru akan selalu berfaedah bagi proses pematangan peneliti. Oleh karena itu, peneliti harus belajar melakukan probing dan refleksi sebaik mungkin. Peneliti khususnya yang berperan sebagai moderator juga harus dapat menahan diri untuk tidak memaksakan pandangan atau pendapatnya, apalagi bersifat menggurui selama menjadi moderator.

4.    FGD tidak diadakan dalam kevakuman sosial. Kelompok tersebut tetap menjadi wakil dari suatu masyarakat tertentu yang mempunyai nilai-nilai tertentu. Jika moderator dan tim merasa asing dengan komunitas yang hendak diteliti, ada baiknya peneliti tersebut meluangkan waktu mempelajari budaya lokal dan berusaha mengenal mereka dengan lebih dekat. Caranya adalah dengan menambah waktu kunjungan untuk orientasi, berkenalan dengan orang-orang setempat, mempelajari literatur yang tersedia (terutama yang memberikan gambaran paling mutakhir). Jika hal ini tidak mungkin dilakukan, maka penggunaan moderator lokal merupakan pilihan yang lebih tepat.

* Tulisan ini bersumber dari Buku FOCUSED GROUP DISCUSSION (FGD) yang ditulis oleh Irwanto, Ph.D, Yayasan Obor Indonesia, 2006.

 

Tue, 26 Jan 2010 @16:38


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 3+0+7

Copyright © 2010 MUSTARI CORP.COMPANY · All Rights Reserved



Powered by sitekno