MUSTARI CORP.COMPANY http://karaengmustari.com mustaricorpcompany,KONSULTAN PENGEMBANGAN WILAYAHDAN KOTA Mon, 6 Sep 2010 03:10:53 +0700 CMS KOMA v1.00 id http://karaengmustari.com http://karaengmustari.com/images/logo.gif MUSTARI CORP.COMPANY PERAN PERENCANA http://karaengmustari.com/?pg=articles&article=22485 http://karaengmustari.com/?pg=articles&article=22485 Wed, 27 Jan 2010 10:55:27 +0700 mustari Informasi http://karaengmustari.com/?pg=articles&article=22485

PERAN PERENCANA

PERAN PERENCANA

 

Perencana (planner ) merupakan suatu profesi yang penuh tantangan sebab dalam proses perencanaan, seorang perencanaan dihadapkan pada berbagai kepentingan yang sangat beragam serta berbagai hal yang fokus perhatian. Sehingga seorang perencana dalam beraktivitas akan dihadapkan beberapa aspek dan situasi yang beragam. Sebagian besar para perencana bekerja pada badan/lembaga pemerintah, namun ada pula yang bekerja pada perusahaan swasta. Dalam melakukan pekerjaannya, perencana harus mampu bekerjasama atau yang sekaligus bekerja dengan status profesi lain seperti arsitek, ahli tata ruang dan teknisi, baik yang terdapat pada perusahan konsultan perencana maupun perusahaan-perusahaan swasta lain seperti perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi. Ada pula sejumlah perencana yang bekerja pada perusahaan nirlaba atau yayasan. Jadi, pada dasarnya perencana yang bekerja pada sektor publik maupun swasta, sebagian besar lingkup kerjanya adalah membantu pemerintah dan komunitas/masyarakat mempersiapkan hal-hal yang terkait dengan masa depan dalam mengelola perubahan atau hal-hal yang mungkin terjadi pada masa datang.

Banyak hal yang dapat mengilhami profesi seseorang sebagai perencana, misalnya (1) pengalaman yang didapat dalam melakukan aktivitas/kegiatan yang terkait dengan pengembangan di masyarakat, (2) dengan menjadi perencana, maka orang akan memiliki kesempatan untuk membuat perubahan di masyarakat, dan (3) banyak hal yang akan dapat dikerjakan oleh seorang perencana, barangkali inilah alasan menjadi perencana yang merupakan suatu pilihan karier.

AICP (The American Institute of Certified Planners) menggunakan kriteria-kriteria berikut ini untuk menentukan apakah seorang perencana profesional memiliki pengalaman yang memadai sebagai anggota AICP. Kriteria-kriteria tersebut adalah:

a.    Perencana harus mampu memengaruhi pembuatan kebijakan pemerintah yang terkait dengan kepentingan masyarakat dan merekomendasikan aktivitas atau pilihan kegiatan yang khusus yang dapat mewakili beragam kepentingan dalam masyarakat melalui berbagai putusan berkaitan dengan sosial, ekonomi, perubahan secara fisik dalam lingkup kepentingan masyarakat.

b.    Memiliki suatu pandangan yang tepat dan komprehensif.

(i)    Mampu memperkirakan akibat-akibat dan konsekuensi fisik, lingkungan, sosial, ekonomi/keuangan, kepemerintahan dalam megusulkan suatu model keputusan.

(ii)   Mampu menghubungkan/mengaitkan suatu usulan keputusan dengan aspek yang lebih luas.

(iii)  Meramu berbagai kebijakan, aktivitas, secara sistematik dan membuat kaitan/ hubungan antar berbagai elemen kegiatan.

(iv) Menerapkan proses perencanaan dengan memperhatikan kondisi yang ada.

Sedangkan, hal-hal yang perlu diperhatikan perencana adalah : (1) Mengenali problem dan peluang yang ada, tujuan yang ditetapkan, alternatif dan pilihan strategi, penerapan, dan evaluasi, (2) berorientasi ke masa depan, manfaat dari perubahan, dan sumber hambatan/kendala (3) kualitas penelitian dan analisis (4) format kebijakan, program dan rencana kegiatan.

Peran perencana sangat bervariasi, kompleks, dan secara konstan berubah. Peran perencana adalah mendesain dan membentuk interaksi dalam suatu proses menuju sasaran secara umum. Kemampuan dalam menghimpun data, menganalisis, dan mendesain sangat penting serta dibutuhkan bagi seorang perencana. Peran perencana ini meliputi kemampuan melakukan prosedur dan kemampuan berinteraksi. Kemampuan prosedur berhubungan dengan fungsi, yaitu mengetahui bagaimana bertindak atau membawa keluar seluruh cakupan dari fungsi yang dibutuhkan di dalam perencanaan. Kemampuan berinteraksi adalah kemampuan perencana untuk melibatkan dirinya dengan pihak lainnya dan melakukan proses perencanaan bersama-sama.

Ada dua faktor yang sangat perlu diperhatikan dalam peran perencana, yaitu apa yang dimaksud peran perencana dan apa yang memengaruhinya. Berdasarkan peranannya, setidaknya terdapat tujuh fungsi utama dari peran perencana:

(1)  Perencana sebagai Analis

Para perencana sebagai analis telah umum dikenali dan merupakan peran dasar profesional perencana, karena perencana berfungsi sebagai sebagai ahli analisis dan mensintesis data serta fenomena-fenomena yang terjadi. Keterampilan analisis yang terdapat pada seorang perencana meliputi kemampuan untuk menguji dan melihat suatu problem atau masalah, mendesain metode dan strategi pengumpulan data, dan mengidentifikasikan konsekuensi atau akibat dari berbagai macam tindakan yang akan diambil.

Sebagai analis, perencana harus mampu berkreasi di dalam melakukan perencanaan. Melakukan pemecahan masalah dari hasil analisis serta menggunakan imajinasinya. Menggunakan analisis dan kreativitasnya di dalam memecahkan masalah merupakan fungsi yang sangat penting, sama seperti pentingnya menganalisis data. Sebuah aspek tambahan pada peran perencana adalah fungsi analisis perencana dalam hubungannya dengan keadaan sebenarnya. Perencanan bukan dilakukan hanya pada suatu komunitas tunggal namun dilakukan oleh berbagai macam kelompok atau organisasi. Organisasi ini berhubungan dengan keadaan-keadaan yang khusus, seperti kesehatan, kemiskinan, transportasi, pelayanan sosial, dan perumahan. Perencana bekerja di dalam suatu organisasi dan harus mempunyai pengetahuan yang spesifik sebagai tambahan pengetahuan yang telah dimilikinya. Sehingga  sering kita menyebutnya sebagai seni  dari pengetahuan.

(2)  Perencanaan sebagai Organisator

Fungsi perencana di dalam organisasi meliputi: pertama membawa warga masyarakat dan kelompok-kelompok ke dalam proses perencanaan dan kedua mengembangkan peran serta anggota untuk mendukung semua rencana. Semua perencanaan memerlukan kemampuan organisasi dan politik.

Maksud dari kemampuan mengorganisasikan adalah mendesain berbagai macam kegiatan untuk melibatkan para individu ke dalam pernecanaan. Ini berarti perencana harus mengidentifikasikan berbagai macam tipe kepemimpinan, mengembangkan kemampuan memimpin, mengkreasikan berbagai komitmen atas kegiatan perencanaan, dan memotivasi para individu dan kelompok-kelompok untuk memerima perencanaan dengan objektif. Hal lain mengenai kemampuan mengorganisasi adalah komite manajemen (committee management ), yaitu melakukan perencanaan dan mengambil keputusan dari berbagai kegiatan yang berbeda-beda, dari pertemuan pada kelompok-kelompok yang kecil hingga pertemuan pada kelompok-kelompok yang lebih besar, termasuk di dalamnya peran untuk mendiagnosis dinamika di dalam pertemuan kelompok hingga memfasilitasi kerja kelompok.

Aspek politik di dalam peran perencana adalah kemampuan untuk mengakses dan memanfaatkan keputusan, termasuk kemampuan untuk mengidentifikasikan pengaruh dan kontrol, dan kemampuan untuk mempengaruhi keputusan guna mencapai tujuan kegiatan.

(3)  Perencana sebagai Perantara

Perencanaan sering melibatkan interaksi antar organisasi. Kesepakatan mungkin akan terbentuk atau akan terjadi persaingan antar organisasi dalam mendapatkan hak untuk melakukan perencanaan dan mengorganisasikan suatu program. Perencana, mungkin akan diperlukan dan bertindak sebagai penengah antar organisasi dan kelompok atau antar kelompok  di dalam organisasi yang sama. Salah satu fungsinya adalah mengkoordinasikan dan mengintegrasikan berbagai macam keinginan dari berbagai kelompok yang akan mengambil peran dari hasil suatu perencanaan.

Dengan demikian, peran perencana sebagai perantara membutuhkan kemampuan untuk memahami permasalahan sehingga dapat menengahi persoalan yang sedang terjadi dengan menggunakan kemampuan bernegosiasi, menggunakan teknik persuasif dan melakukan tawar-menawar untuk menghasilkan suatu keputusan.

(4)  Perencana sebagai Pendamping (Fasilitator)

Advocacy telah dikenali sebagi sebuah peran tradisional dan muncul dari peran seorang perencana. Dahulu perencana bertindak sebagai seorang pembaharu untuk perencanaan dalam hal kesejahteraan. Perencana dapat bertindak sebagai pendamping (advocate ) untuk sebuah kelompok khusus yang dibela (client group ). Klien tersebut mungkin sebuah organisasi yang bergerak di sekitar isu-isu yang muncul pada saat itu, misalnya kemiskinan, perumahan, lingkungan hidup, kesehatan. Melakukan kegiatan organisasi merupakan unsur yang sangat penting dalam melakukan advokasi, karena sukses tidaknya advokasi tergantung pada diterima atau tidaknya persetujuan dari anggota organisasi. Tetapi, advokasi merupakan akibat dari peran perencana, sehingga akhirnya dilibatkan secara langsung di dalam kegiatan advokasi. Pada beberapa kejadian dan untuk beberapa jenis organisasi tertentu pada akar rumput (grass root ) organisasi, perencana merupakan juru bicara para klien.

Dengan demikian maka, sebagai seorang pendamping (advocate ), perencana harus bekerja dengan memiliki kemampuan seorang politikus, melakukan tawar-menawar, membujuk, meyakinkan, dan memengaruhi, termasuk di dalamnya kemampuan publisitas dengan baik sebagai pembicara, dan memimpin pertemuan.

(5)  Perencana sebagai ”Enabler

Sangat berbeda sekali peran dari seorang pendamping (advocate ) dengan peran seorang ”enabler ”. Ketika peran advokasi dilakukan secara langsung dan memimpin secara aktif, seorang ”enabler ” dapat dikatakan memimpin secara tidak langsung. Perhatiannya lebih dilakukan sebagi fasilitator yang mengarahkan hasil sasaran yang akan dicapai oleh mereka sendiri.

Sebagi seorang ”enabler ”, perencana harus mempunyai kemampuan mendiagnosis, dapat bekerja dengan nyaman dengan berbagai individu dan kelompok yang berbeda-beda, mahir dan mengetahui dinamika bagaimana suatu tim bekerja.

(6)    Perencana sebagai Pendidik

Ada dua peran perencana dalam kapasitasnya sebagai seorang pendidik. Pertama, melakukan pendidikan di dalam masyarakat yang merupakan tujuan dan fungsi dari perencanaan. Hal ini bisa dilakukan melalui cara berbicara di depan umum dan menulis artikel atau buku tentang perencanaan. Kedua, hubungan antara perencana dan sistem klien. Antara perencana dan klien akan melakukan transfer atau tukar-menukar pengetahuan. Perencana akan berbagi informasi, atau apa yang John Friedmann katakan sebagai ”proses pengetahuan” di dalam pengembangan perencanaan. Klien akan berbagi pengetahuan yang dia miliki, pengetahuan yang dia miliki dari pengalamannya sebagai masyarakat.  

(7)  Perencana sebagai Penyebar Informasi

Publikasi merupakan bagian yang penting dalam perencanaan, terutama publikasi dalam upaya menciptakan kesadaran akan perlunya perencanaan terhadap permasalahan yang terjadi di masyarakat. Norton Long telah mengusulkan mengenai peran surat kabar, publikasinya membantu sebuah isu yang terjadi pada suatu komunitas menjadi agenda publik. Publisitas juga akan membantu proses perencanaan para anggotanya. Sebagai seorang penulis pada surat kabar, menurutnya, surat kabar merupakan suatu organisasi yang bertindak sebagai perantara (medium) untuk kelompok elit dan memberikan kepada mereka informasi tentang sesuatu secara umum. Dalam beberapa hal, menurut Long, surat kabar adalah pelaku utama yang menggerakkan agenda komunitas.

Kemampuan publikasi menyebarkan informasi, meliputi kemampuan berbicara di depan publik, menyiapkan laporan dan brosur, menulis berita dan artikel. Pada lembaga yang kecil dengan staf yang terbatas, perencana mungkin akan melakukan semua kegiatan publikasi. Pada lembaga yang besar, spesialisasi terhadap public relationship atau staf yang bertugas memberikan informasi yang akan dilakukan. Dengan demikian, maka sebagai perencana, bagaimanapun harus tahu manfaat dan bagaimana cara menggunakan teknik publikasi tersebut.

 

(Dikutif dari Buku PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN WILAYAH, Ernan Rustiadi dkk, Crestpent dan Yayasan Obor Indonesia, Jakarta, 2009)

]]>
http://karaengmustari.com/rss-comments/
KARAENG MUSTARI http://karaengmustari.com/?pg=articles&article=22722 http://karaengmustari.com/?pg=articles&article=22722 Wed, 27 Jan 2010 00:36:56 +0700 mustari My Family http://karaengmustari.com/?pg=articles&article=22722 KARAENG MUSTARI

Prasari Puspita Ariestyawati

 

]]>
http://karaengmustari.com/rss-comments/
PELAKSANAAN FOCUSED GROUP DISCUSSION http://karaengmustari.com/?pg=articles&article=22690 http://karaengmustari.com/?pg=articles&article=22690 Tue, 26 Jan 2010 16:38:24 +0700 mustari Informasi http://karaengmustari.com/?pg=articles&article=22690

Sebagai metode penelitian, FGD merupakan upaya yang sistematis dalam pengumpulan data dan informasi. Dalam FGD terdapat 3 (tiga) kata kunci, yaitu :

a.    diskusi bukan wawancara atau obrolan ;

b.    kelompok bukan individual ;

c.    terfokus bukan bebas.

Dengan demikian, FGD berarti suatu proses pengumpulan data dan informasi yang sistematis mengenai suatu permasalahan tertentu yang sangat spesifik melalui diskusi kelompok. Konsekuensi dari pemahaman ini adalah perlunya fasilitator dalam setiap penyelenggaraan FGD. Narasumber harus merupakan kelompok dan menyampaikan data dan informasi yang diperlukan melalui fasilitator dalam suatu forum diskusi.

Berbeda dengan wawancara, dalam diskusi  tersebut, fasilitator tidak selalu bertanya. Tugas fasilitator bukan untuk bertanya, tetapi mengemukakan suatu persoalan, suatu kasus, suatu kejadian sebagai bahan diskusi. Jelas, dalam prosesnya, fasilitator akan sering bertanya tetapi hanya sebagian dari keterampilan mengelola diskusi agar tidak didominasi oleh sebagian peserta atau tidak macet.

Permasalahan tertentu yang spesifik menunjukkan bahwa diskusi dilaksanakan untuk memenuhi tujuan penelitian yang sudah sangat jelas. Oleh karena itu, pertanyaan penelitiannya pun jelas dan spesifik.

Banyak orang berpendapat bahwa FGD dilakukan untuk menyelesaikan masalah. Artinya, diskusi yang dilakukan ditujukan untuk mencapai kesepakatan tertentu mengenai suatu permasalahan yang dihadapi oleh para peserta. Jika hal tersebut dilakukan, itu bukan FGD. Diskusi seperti itu disebut rapat .

Dalam pelaksanaan FGD, diharapkan diperoleh pengetahuan dari sumber informasi dengan latar belakang pengalaman sehingga memberikan perspektif yang berbeda dibanding jika pengetahuan diperoleh dari proses komunikasi searah antara peneliti dengan yang diteliti. Dalam diskusi semacam ini juga, dimana peserta mengeluarkan buah pikiran dan berdebat atau saling mengonfirmasi pengalaman masing-masing, maka para peserta diharapkan mengalami perubahan. Oleh karena itu, untuk mencegah akibat yang tidak diinginkan, FGD harus dapat dilakukan sedemikian rupa sehingga dampaknya bagi semua peserta bersifat positif ─ memberdayakan , membuat orang merasa lebih enak karena dapat mengeluarkan pendapat atau karena ada orang lain yang ternyata mempunyai pengalaman yang sama.

Metode FGD sangat cocok digunakan pada penelitian yang bersifat aksi yang membutuhkan perasaan memiliki dari masyarakat yang diteliti sehingga pada saat peneliti memberikan rekomendasi aksi, dengan mudah masyarakat mau menerima rekomendasi tersebut. Partisipasi dalam FGD memberikan jalan bagi tumbuhnya rasa memiliki seperti itu.

Untuk menyelenggarankan sebuah FGD yang efektif, maka perlu diperhatikan beberapa hal sebagai sebagai berikut :

1.    Pelaksanaan FGD tidak dapat diberikan untuk dipandu oleh sembarang orang. Seorang pemandu diskusi (moderator) haruslah yang mengerti persoalan yang akan diteliti dan telah terlatih serta berpengalaman dalam memfasilitasi proses belajar atau dinamika kelompok.

2.    Untuk memenuhi tuntutan kualitas atas data yang diperoleh, moderator tidak dapat bekerja sendiri. Selain moderator, diperlukan orang-orang yang mampu merekrut peserta dengan baik, mencatat proses yang sensitif dan cekatan serta mampu bekerja seirama moderator.

3.    FGD adalah suatu proses pemberian informasi dan pembelajaran sekaligus, bukan hanya bagi peserta, tetapi juga bagi para penelitinya. Membuka hati dan pikiran untuk masukan-masukan baru akan selalu berfaedah bagi proses pematangan peneliti. Oleh karena itu, peneliti harus belajar melakukan probing dan refleksi sebaik mungkin. Peneliti khususnya yang berperan sebagai moderator juga harus dapat menahan diri untuk tidak memaksakan pandangan atau pendapatnya, apalagi bersifat menggurui selama menjadi moderator.

4.    FGD tidak diadakan dalam kevakuman sosial. Kelompok tersebut tetap menjadi wakil dari suatu masyarakat tertentu yang mempunyai nilai-nilai tertentu. Jika moderator dan tim merasa asing dengan komunitas yang hendak diteliti, ada baiknya peneliti tersebut meluangkan waktu mempelajari budaya lokal dan berusaha mengenal mereka dengan lebih dekat. Caranya adalah dengan menambah waktu kunjungan untuk orientasi, berkenalan dengan orang-orang setempat, mempelajari literatur yang tersedia (terutama yang memberikan gambaran paling mutakhir). Jika hal ini tidak mungkin dilakukan, maka penggunaan moderator lokal merupakan pilihan yang lebih tepat.

* Tulisan ini bersumber dari Buku FOCUSED GROUP DISCUSSION (FGD) yang ditulis oleh Irwanto, Ph.D, Yayasan Obor Indonesia, 2006.

 

]]>
http://karaengmustari.com/rss-comments/
PADAT KARYA PERKOTAAN DAN DIMENSI EKONOMINYA http://karaengmustari.com/?pg=articles&article=22675 http://karaengmustari.com/?pg=articles&article=22675 Tue, 26 Jan 2010 14:09:33 +0700 mustari Informasi http://karaengmustari.com/?pg=articles&article=22675

ARAH baru pembangunan nasional berisi strategi memadukan pertumbuhan dan pemerataan yang diwujudkan dalam bentuk: (1) upaya pemihakan kepada yang lemah dan pemberdayaan masyarakat, (2) pemantapan ekonomi dan desentralisasi, dan (3) modernisasi melalui penajaman arah perubahan struktur sosial ekonomi masyarakat (Gunawan Sumodiningrat, 1999).

Berkaitan dengan pelaksanaan arah baru pembangunan itu, tugas pemerintah adalah mempertajam arah pembangunan melalui penguatan kelembagaan masyarakat dan birokrasi. Penguatan kelembagaan ini dilakukan melalui pembangunan yang partisipatif untuk mengembangkan kapasitas masyarakat dan kemampuan aparat dalam menjalankan fungsi lembaga pemerintahan yang berorientasi pada kepentingan rakyat (good governance).

Pendekatan pembangunan partisipatif memberi arti bahwa pembangunan adalah suatu proses yang harus dilaksanakan bersama-sama  antara masyarakat dengan pemerintah. Masyarakat sebagai sasaran dan subjek pembangunan harus berperan aktif dalam pembangunan, menikmati hasil pembangunan dan melestarikan proses pembangunan secara berkesinambungan. Peran pemerintah adalah memperlancar dan mengendalikan pembangunan.

Program padat karya perkotaan (PKP) merupakan salah satu program pemerintah yang dilaksanakan secara nasional dengan pendekatan pembangunan partisipatif. Pada kesempatan ini, masyarakat diberi kesem-patan seluas-luasnya untuk berpartisipasi mulai perencanaan, pelaksanaan hingga operasi dan pemeliharaan. Jadi, program ini merupakan wahana pengembangan partisipasi masyarakat dalam pemba-ngunan.

Pada tahap perencanaan dan penyusunan program, melalui kegiatan sosialisasi, masyarakat dimotivasi untuk mengidentifikasi kebutuhannya sendiri dan mengajukan usulan program. Dengan demikian masyarakat ditempatkan sebagai partisipan dalam penyusunan progrm PKP.

Untuk tahap pelaksanaan, masyarakat pada setiap kelurahan dimotivasi dan difasilitasi untuk membentuk kelompok masyarakat (pokmas) yang akan ikut melaksanakan pengawasan pekerjaan mewakili anggota masyarakat lainnya. Pokmas yang anggotanya 3-5 orang merupakan gabungan tokoh-tokoh masyara-kat setempat (tokoh pemuda, tokoh agama, aktivis perempuan, profesional, LSM dan sebagainya) sehingga merupakan represen-tasi masyarakat di lingkungannya maka anggota pokmas harus menjadi orang-orang kepercayaan masyarakat yang mampu menyuarakan dan memperjuangkan kepen-tingan masyarakat dalam pelaksanaan PKP; bukan sebaliknya, yaitu menyuarakan kepentingan pribadi dan keolompoknya dengan mengatasnamakan masyarakat.

Bagi msyarakat miskin/hampir miskin, pengangguran atau korban PHK akibat krisis ekonomi dapat pula menerima manfaat saat proyek berlangsung, dalam arti terbukanya kesempatan kerja bagi mereka sejauh mememnuhi kriteria PKP. Agar masyarakat yang memanfaatkan kerja ini bisa produktif, pokmas juga dapat diharapkan untuk memotivasi anggota-anggota masyarakat yang menjadi pekerja dan memberi teguran dan peringatan apabila diperlukan.

Peran aktif pokmas pada setiap kelurahan akan lebioh menjamin pencapai-an kualitas hasil proyek   sesuai yang disyaratkan dalam perencanaan. Pada akhirnya yang merasakan manfaat hasil dari capaian kualitas proyek ini adalah masyarakat itu sendiri. Jadi, indikator keberhasilan pokmas adalah apabila masyarakat yang diwakilinya dapat menerima manfaat yang sebesar-besarnya dari proyek ini. Baik sebagai tenaga kerja (bagi yang memuhi syarat) maujpun sbagai penggunan prasarana dan saran a yang telah dibangun melalui program PKP.

Dalam jangka menengah dan jangka panjang, yaitu sesudah selesainya proyek, masyarakat tetap diharapkan untuk berpartisipasi dalam hal pengorasian dan pemanfaatan serta pemeliharaanya. Seperti yang kita saksikan saat ini bahwa betapa sukarnya kebiasaan ini ditegakan. Oleh karena itu, anggota-anggota pokmas diharapkan berperan sebagai kader-kader pembangunan di lingkungannya yang mempelopori dan mampu membangkitkan partisipasi masyarakat agar keberlanjutan pembangunan dapat dipertahankan. Artinya, suasana perekonomian perkotaan dapat terpelihara.

Pokmas yang anggota-anggotanya adalah masyarakat harus mampu mengem-bangkan cara-cara yang dapat lebih menjamin efektivitas partisipasi atau kesediaan masyarakat untuk berpartisipasi secara penuh.

Bila pendekatan ini berhasil maka PKP dapat dikembangkan menjadi pembangunan dan peningkatan sarana dan prasarana dasar lingkungan permukiman berdasarkan konsep pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.

Dengan demikian, pelaksanaan program PKP selanjunya  tidak lagi hanya ditekankan pada pembangunan fisik, tetapi juga pengembangan masyarakat. Pelibatan masyarakat dalam program ini hanya semakin diperluas dan tidak hanya terbatas pada perumusan kebutuhan prasarana dan sarana dasar, penyusunan program dan pemilihan lokasi, penyiapan lokasi, pengawasan pembangunan, evaluasi dan pemantauan, serta pemeliharaan.

Pengembangan partipasi masyarakat ini tentunya harus dilakukan secara bertahap sampai akhirnya konsep pembangunan yang bertumpu pada masyarakat  (CBD) dapat diterapkan secara utuh. Hal ini bergantung pada tingkat kesiapan masyarakan untuk berpartisipasi dalam pembangunan.

Sebagai persiapan ke arah itu, strategi program pengembangan PKP dapat distrukturkan melalui beberapa tahap, yaitu jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Sasaran utamanya adalah penyiapan masyarakat ke arah yang lebih mandiri terutama dalam kaitan dengan penyusunan dan pelaksanaan program di lingkungannya. Perbedaan utama di setiap tahapan adalah tingkat keterlibatan dan peren serta masyarakat dalam pelaksanaan program.

Dalam jangka pendek masyarakat lebih diarahkan dan diposisikan sebagai partisipan. Artinya, peran masyarakt dalam penyusunan dan pelaksanaan program masih terbatas pada partisipasi untuk menyampaikan aspirasi secara jujur dan tulus. Pada tahap ini, peran luar seperti pemerintah, LSM, konsultan masih dominan. Pemerintah dibantu oleh konsultan berperan menggali potensi yang ada di masyarakat dan menangkap kebutuhan mendasar masyarakat serta merumuskan program sesuai kebutuhan itu. Pada saat yang sama, LSM mempersiapkan masyarakat agar dapat menidentifikasi kebutuhan dan merumuskan program sendiri.

Dalam jangka menengah, masyarakat diharapkan sudah lebih aktif berperan sebagai pelaksana pembangunan (aktor pembangunan). Pada tahap ini, peran pemerintah, konsultan, dan LSM sudah mulai berkurang. LSM terbatas hanya sebagai pendamping dan pengarah, sedangkan pemerintah hanya sebagai fasilitator. Perumusan program dan pengawasan pelaksanaannya dilakukan sendiri oleh masyarakat dan setelah proyek selesai, masyarakat telah mampu melakukan pemeliharaan secara terarah dan terncana.

Selanjutnya, dalam jangka panjang, masyarakat sudah mampu mengelola proyek dengan organisasi yang lebih terstruktur, yaitu dengan cara sebagai berikut: (1) masyarakat sebagai pengelola proyek melakukan penyusunan program, melakukan kontrak dengan pihak lain, membuat laporan pelaksanaan proyek dan sebagainya, (2) masyarakat menjadi pelaksanan proyek, (3) organisasi masyarakat mengawasai pengelola dan pelaksanan proyek. Kondisi yang demikian menunjukan bahwa masyarakat telah mencapai tingkat kemandirian dan kemajuan yang diharapkan, yaitu sesuai dengan visi pembangunan nasional pada akhir PJP II kita berusaha mewujudkan masyarakat yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkeadilan (JURI TERADIL).

 

Penulis adalah pemerhati pembangunan perkotaan

(Harian Fajar, Selasa 17 Oktober 2000)


 

 

]]>
http://karaengmustari.com/rss-comments/
MARKETING PLAN http://karaengmustari.com/?pg=articles&article=22483 http://karaengmustari.com/?pg=articles&article=22483 Sun, 24 Jan 2010 23:51:31 +0700 mustari SITEKNO WEB MATIC http://karaengmustari.com/?pg=articles&article=22483  


Fasilitas yang didapat Member Sitekno:

  1.  Nama Domain (.com / .net / .org / .info /.biz /.name), contoh : www.namaanda.com,
    www.sitekno.com
  2. Websiite siap pakai, dilengkapi dengan halaman Admin untuk mengelola website anda
    dan di sediakan berbagai macam design web (Theme / templates)
    yang sesuai dengan selera Anda, dan design yg disediakan akan terus bertambah
  3. Hak Usaha yang bisa langsung Anda jalankan begitu website Anda aktif (ONline)
  4. website Anda akan diiklankan di ruban website seluruh member sitekno webmatic


Bonus Sponsor   Rp.50.000,-

Bonus ini adalah bonus yang anda dapatkan pada saat anda telah berhasil
menjual produk sitekno atau merekrut member baru pada jaringan anda.
Setiap kali anda mendapatkan member baru anda akan mendapatkan
Rp.50.000,-/member. Bonus sponsor ini hanya untuk orang yang
mensponsori saja, upline – upline anda di atas tidak akan mendapatkan
bonus ini. Untuk bonus sponsorship ini anda tidak di batasi jumlahnya,
Ajaklah sebanyak – banyaknya agar peluang penghasilan bonus
anda tidak terbatas



ilustrasi Bonus Sponsor

 


Bonus Pasangan   Rp.30.000,-

Bonus ini adalah bonus yang akan anda dapatkan dari perkembangan member
di jaringan anda walaupun bukan anda yang merekrut,. Bonus pasangan ini
akan anda dapatkan apabila ada pertambahan member baru di jaringan kiri dan
kanan anda. System akan membaca dan menghitung bonus pasangan anda
secara otomatis, dan anda berhak mendapatkan Rp.30.000,-/pasang.
di bonus ini peluang pengasilan passive income dapat anda dapatkan
dengan mudah.


Perusahaan membatasi bonus pasangan ini 12 pasang perhari.
Jadi jika sehari ada perkembangan jaringan 12 kiri dan 12 kanan
maka potensi penghasilan anda adalah Rp.360.000/hari.

ilustrasi Bonus pasangan




Bonus Duplikasi  Rp.2000,- hingga 3 Generasi

Bonus ini adalah bonus yang akan anda dapatkan dari perkembangan jaringan
orang yang anda sponsori (referral). Anda berhak mendapatkan Rp.2000.-
dari tiap pasangan yang diperoleh oleh referral anda, dan untuk
memaksimalkan pendapatan anda kami memberikan bonus duplikasi hingga
3 generasi terhitung dari orang pertama yang anda sponsori hingga orang ke-3
dari orang pertama tersebut walaupun bukan anda yg sponsori lagi.



Penjelasan 3 generasi :



Generasi 1 adalah member yang anda sponsori langsung

Generasi 2 adalah member yang di sponsori oleh member generasi 1 anda

Generasi 3 adalah member yang di sponsori oleh member generasi 2 anda

ilustrasi Bonus Duplikasi





Bonus Renewal   Rp.15.000,- hingga 10 Generasi

Bonus Renewal adalah bonus repeat order tahunan dari perpanjangan domain dan
hosting ( website ) member sitekno. Bonus ini diberikan setiap ada website yang
telah membayar  perpanjangan website untuk periode tahun
berikutnya. Bonus renewal di berikan hingga 10 generasi ke bawah anda dengan
nominal Rp.15.000/member.
Contoh skema bonus renewal :



**ilustrasi diatas apabila masing-masing mensponsori 5 member

REWARD PERINGKAT SITEKNO & PROFIT SHARING

 

Member yang sudah memiliki jaringan aktif akan di beri penghargaan dengan nama peringkat seperti perwira tinggi dan bonus peringkat langsung dan profit sharing perusahaan yang akan di berikan kepada member tersebut jika sudah mencapai kualifikasi peringkat.

Peringkat Member
Jumlah member
Bonus Peringkat
PROFIT SHARING SITEKNO
Letnan II Sitekno
50 - 100
Rp.250.000
0
Letnan I Sitekno
101 - 500
Rp.500.000
0
Kapten Sitekno
501 - 1000
Rp.1.750.000
0
Mayor Sitekno
1001 - 2500
Rp.2.500.000
0
Letkol Sitekno
2501 - 5000
Rp.7.500.000
0
Kolonel Sitekno
5001 - 10.000
Rp.12.500.000
0
Brigjen Sitekno
10.000 - 25.000
Rp.25.000.000
Rp.1000 X total aktifasi sitekno dibagi total brigjen
Mayjen Sitekno
25.001 - 50.000
Rp.75.000.000
Rp.500 X total aktifasi sitekno dibagi total mayjen
Letjen Sitekno
50.001 - 100.000
Rp.125.000.000
Rp.500 X total aktifasi sitekno dibagi total letjen
Jenderal Sitekno
> 100.000 kiri dan kanan
Rp.250.000.000
Rp.500 X total aktifasi sitekno dibagi total jenderal



Penjelasan PROFIT SHARING SITEKNO

1. Brigjen Sitekno
Apabila jaringan anda 10.000 kiri dan 10.000 kanan maka anda akan mendapatkan bonus peringkat brigjen sebesar Rp.25.000.000, - ( hanya sekali )
dan selain anda akan mendapatkan bonus peringkat anda juga berhak mendapatkan profit sharing  brigjen dari total aktifasi perusahaan
Rp.1000 X total aktifasi sitekno dibagi total brigjen

Contoh :
Misalkan bulan january 2010 total aktifasi sitekno 25.000 member, maka bonus reward brigjen bulan january adalah Rp.1000 X 25.000 member = Rp.25.000.000
Maka Rp.25.000.000 akan dibagikan Rata kepada member yang berperingkat Brigjen.
misal total brigjen bulan january 2010 adalah 5 orang, maka masing-masing berhak mendapatkan
Rp.25.000.000 : 5 brigjen = Rp.5.000.000 ( berulang setiap bulan )

2. Mayjen Sitekno
Apabila jaringan sudah mencapai 25.001 kiri dan > 25.000 kanan maka anda berhak mendapatkan bonus peringkat mayjen sebesar Rp.75.000.000 ( hanya sekali )
dan selain mendapatkan bonus peringkat anda juga berhak mendapatkan Profit sharing Brigjen dan mayjen dari total aktifasi perusahaan .
profit sharing mayjen : Rp.500 X total aktifasi perusahaan di bagi total mayjen

Contoh :
Misalkan bulan january 2010 total aktifasi 25.000 member, maka bonus reward mayjen bulan january adalah Rp.500 X 25.000 member = Rp.12.500.000
Maka Rp.12.500.000 akan dibagikan rata kepada member yang berperingkat mayjen
misal total mayjen bulan january 2010 adalah 3 orang maka masing-masing akan mendapatkan
Rp.12.500.000 : 3 mayjen = Rp.4.166.666 ( berulang setiap bulan )

jadi total profit sharing mayjen adalah :
reward brigjen Rp.5.000.000 dan reward mayjen Rp.4.166.666 =Rp.9.166.666 (berulang setiap bulan)

3. Letjen Sitekno
Apabila jaringan anda sudah mencapai 50.001 kiri dan >50.000 kanan maka anda berhak mendapatkan bonus peringkat Letjen sebesar Rp.125.000.000 ( hanya sekali )
dan selain mendapatkan bonus peringkat anda juga berhak mendapatkan profit sharing brigjen, mayjen dan letjen dari total aktifasi perusahaan .
profit sharing letjen : Rp.500 x total aktifasi perusahaan di bagi total letjen

contoh :
misalkan bulan january 2010 total aktifasi 25.000 member maka bonus reward letjen bulan january adalah
Rp.500 x 25.000 member = Rp.12.500.000,-
maka Rp.12.500.000 akan dibagikan rata kepada member yang berperingkat letjen
misal total letjen bulan january 2010 ada 2 maka masing-masing akan mendapatkan
Rp.12.500.000 : 2 letjen : Rp.6.250.000 ( berulang setiap bulan )

Jadi total profit sharing Mayjen adalah
Reward brigjen Rp.5.000.000 + reward mayjen Rp.4.166.666 + reward letjen Rp.6.250.000 = Rp.15.416.666 ( berulang setiap bulan )

4. Jenderal Sitekno
apabila jaringan anda sudah mencapai 100.001 kiri dan >100.000 kanan maka anda berhak mendapatkan bonus peringkat jenderal sebesar Rp.250.000.000 ( hanya sekali )
dan selain mendapatkan bonus peringkat anda juga berhak mendapatkan profit sharing, brigjen, mayjen, letjen dan reward jenderal .
profit sharing jenderal : Rp.500 X total aktifasi perusahaan dibagi total jenderal

contoh :
misalkan bulan january 2010 total aktifasi 25.000 member maka bonus reward jenderal bulan january adalah
Rp.500 x 25.000 member = Rp.12.500.000,-
maka Rp.12.500.000 akan dibagikan rata kepada member yang berperingkat jenderal
misal total jenderal bulan january 2010 ada 2 orang maka masing-masing akan mendapatkan
Rp.12.500.000 : 2 jenderal : Rp.6.250.000 ( berulang setiap bulan )

Jadi total profit sharing jenderal adalah :
reward brigjen Rp.5.000.000 + reward mayjend Rp.4.166.666 + reward letjen Rp.6.250.000 + reward jenderal Rp.6.250.000 = Rp.21.666.666 ( berulang setiap bulan )

GO JENDERALLLLLL !!!


Optimalisasi Jaringan


Tabel dibawah adalah program langkah kerja mudah selama 12 bulan dengan hanya
merekrut 2 member saja dan ajarkan 2 member tersebut agar dapat
merekrut 2 member juga, dan dapatkan peluang penghasilan passive income
dengan potensi penghasilan unlimited.


Ilustrasi ini hanya untuk ilustrasi mudah pengembangan jaringan dalam waktu 12 bulan, total bonus akan menyesuaikan bentuk jaringan dan flushout"

Rasio Bonus

Rasio Bonus adalah penyesuaian bonus member yang akan diperoleh dari system
marketingplan sitekno. Dengan adanya system Rasio bonus ini maka semua bonus
member akan dikalikan terlebih dahulu dengan hasil Rasio bonus dari perusahaan.
Rasio bonus ini berfungsi agar perusahaan tidak overpaid atau merugi dan
kelancaran pembayaran bonus member terjamin.

Rumus Rasio Bonus


Contoh :

Misalkan hasil Rasio bonus perusahaan adalah 95% dan bonus yg anda dapatkan
minggu ini adalah Rp.1.000.000,- maka bonus yang akan anda terima akah dikalikan
dahulu dengan Rasio bonus perusahaan.
Rp.1.000.000 X 95% = Rp.950.000

*total omzet paidout = pertambahan jumlah member x total paidout bonus dari perusahaan.


"BONUS DI BAYAR MINGGUAN"


Minimal Transfer Rp.100.000,-


]]>
http://karaengmustari.com/rss-comments/
TENTANG SAYA http://karaengmustari.com/?pg=articles&article=22426 http://karaengmustari.com/?pg=articles&article=22426 Sun, 24 Jan 2010 02:23:22 +0700 mustari Informasi http://karaengmustari.com/?pg=articles&article=22426

Informasi Umum

Jenis Kelamin  :Laki-laki
Kota Sekarang:Bandung, Indonesia
Tanggal Lahir  :03 November 1954

Informasi Pribadi
Tentang Saya:Simple, optimistic, never give up

Informasi Kontak 

Email:   karaengmustari@yahoo.com
Nomor Ponsel:
081511174005
Alamat Sekarang:
Bumi Harapan Bibiru Blok CC 04 No. 6
Bandung, Indonesia

Pendidikan dan Pekerjaan
 

Perguruan Tinggi:
  • Institut Teknologi Bandung '74
  • urbang and regional planning
SMA:
  • SMA NEGERI I MAKASSAR '73
 
 
Lembaga/Perusahaan: Mustari Corp. Company
Jabatan: CEO
]]>
http://karaengmustari.com/rss-comments/